Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan salah satu pilar upaya peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Upaya peningkatan mutu pendidikan adalah bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia, baik aspek kemampuan, kepribadian maupun tanggung jawab sebagai warga negara. Mutu pendidikan sangat bergantung kepada kualitas guru dan praktik pembelajarannya sehingga peningkatan kualitas pembelajaran merupakan isu mendasar bagi peningkatan mutu pendidikan secara nasional.

Pendekatan komunikatif adalah sistem pembelajaran yang menekankan pada aspek komunikasi, interaksi, dan mengembangkan kompetensi kebahasaan, serta keterampilan berbahasa (menyimak, membaca, menulis, berbicara) sebagai tujuan pembelajaran bahasa dan mengakui bahwa ada kaitannya dengan kegiatan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.(Ahmad Fuad :2009:67)

Pendekatan komunikatif berorientasi pada proses belajar- mengajar bahasa berdasarkan tugas dan fungsi berkomunikasi. Prinsip dasar pendekatan komunikatif ialah: a) materi harus terdiri dari bahasa sebagai alat berkomunikasi, b) desain materi harus lebih menekankan proses belajar-mengajar dan bukan pokok bahasan, dan c) materi harus memberi dorongan kepada siswa untuk berkomunikasi secara wajar (Siahaan dalam Pateda, 1990:86)

Munculnya pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa bermula dari adanya perubahan-perubahan dalam tradisi pembelajaran bahasa inggris pada tahun 1960-an, yang saat itu menggunakan pendekatan situsional. Dalam pembelajaran situsional, bahasa diajarkan dengan mempraktekkan/melatihkan struktur-struktur dasar dalam berbagai kegiatan berdasarkan situasi yang bermakna.

Dalam bahasa komunikatif, semua keterkaitan teori mendasari apa yang digambarkan sebagai CLT, hal ini juga dapat di defenisikan separangkat ajaran tentang alam bahasa dan pembelajaran bahasa yang mendasar menyatukan tetapi meluas, secara teori di informasikan dengan baik.

Ciri – Ciri pembelajaran dengan pendekatan komunikatif adalah 1)Mengutamakan makna sebenarnya daripada tata gramatikalnya, 2)   Adanya kegiatan komunikasi fungsional dan interaksi sosial yang saling berkaitan,  3) Pembelajaran berorientasi pada pemerolehan kompetensi komunikatif, bukan ketepatan gramatikal (pemahaman untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari),  4)Pembelajaran diarahkan pada modifikasi dan peningkatan murid dalam menemukan kaidah bahasa lewat kegiatan berbahasa (learning by doing),5) Materi pembelajaran berangkat dari analisis kebutuhan berbahasa pembelajaran.

Penulis menganggap metode komunikatif sesuai digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah, karena metode ini menekankan pemahaman, pelafalan, dan penerapan dari mufrodat-mufrodat yang tersedia dalam buku paket.

Website Ini Dikelola oleh: Pusat Pangkalan Data dan Teknologi Informasi (PDTI ) IAI Nusantara Batang Hari. @Masben